Jumat, 14 Oktober 2011

Menangis Karena Allah SWT

Orang yang beriman itu apabila disebut nama Allah atau dibacakan ayat Qur'an bergetar hatinya ( Al Anfal ayat 2). Dalam keadaan khusus sampai menangis dan tersungkur seraya bersujud ( Al Israak 107-109). Dalam Hadist Riwayat Bukhari disampaikan bahwa ada 7 golongan orang yang mendapat naungan Allah di hari Kiamat , salah satunya adalah orang yang menitikan airmatanya karena ingat akan kebesaran Allah.
Dikisahkan pada suatu hari Rasulullah sedang duduk bersama para sahabat, kemudian beliau meminta salah seorang sahabat Abdillah bin Mas'ud membaca surat An Nisa, hingga sampai surat an Nisa ayat 41 : "Maka bagaimanakah  (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)."  Beliau meminta Abdillah bin Mas'ud menghentikan bacaannya , para sahabat melihat air mata Rasulullah berlinang, beliau menangis. Aisyah r.a. menceritakan bahwa ia sering melihat Rasulullah menangis ketika mengerjakan sholat malam, beliau menangis sepanjang sholatnya. 
 
Mathrab bin Abdillah menceritakan bahwa ayahnya sering mendapati Rasulullah menangis dalam sholat, dari dada beliau terdengar suara bergemuruh bagai air yang mendidih didalam ketel.
Abdullah bin Syadad menceritakan bahwa ia mendengar suara Umar bin Khatab menangis dalam sholat ketika ia membaca surat Yusuf ayat 86: Yakub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya."
Ketika Rasulullah sakit pada akhir hayatnya , beliau meminta Abubakar Sidik untuk menggantikan beliau menjadi Imam sholat, Aisyah mengingatkan "Wahai Rasulullah Abubakar itu orang yang lemah (peka perasaannya) jika membaca Qur'an ia tidak bisa menahan tangisnya" . Dalam riwayat lain dikatakan: "Abubakar itu jika menggantikanmu jadi imam tidak terdengar bacaannya oleh orang yang dibelakang karena tangisnya".
Syu'bah bin Sa'ad bercerita bahwa pada satu ketika makan malam telah dihidangkan dihadapan Abdurahman bin Auf setelah siang harinya ia berpuasa. Ia membaca surat Al Muzzammil ayat 12-13 : "Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang bernyala-nyala, dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih." Abdurahman bian Auf menangis ketika membaca ayat itu , dan terus menangis hingga tidak jadi makan malam.
Ibnul Jauzi bercerita bahwa pada satu ketika ia berjalan bersama seorang tokoh sufi Malik bin Dinar, mereka mendengar seorang Qori membaca surat Alzalzalah ayat 1: "Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat)," Ia melihat Malik bin Dinar mulai menyeka air matanya, sementara jamaah yang lain mulai menangis dan menjerit tatkala dibacakan ayat terakhir:"Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula." Malik bin Dinar menangis tersedu sedu hingga pinsan, orang banyak menyangka ia gila.
Dikisahkan pada suatu malam Umar bin Abdul Aziz salah seorang khalifah dari bani Umayyah sedang sholat malam, ia membaca surat Al Mukmin ayat 71-72: "ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api," Ia mengulang ulang ayat tersebut dalam shalatnya dan terus menangis terisak-isak.
Ibnu Abbas berkata , saya mendengar Rasulullah berkata: "Dua mata yang tidak bisa disentuh api Neraka adalah mata yang menangis dikeheningan malam karena takut kepada Allah, dan mata yang berjaga dimalam hari karena membela agama Allah (HR Tarmudzi dan Abu Na'im)".
Abu Hazim berkata : "Jibril turun kepada Nabi Muhammad yang disisinya orang yang sednag menangis, Jibri bertanya kepada Nabi SAW : Siapa ini ? Nabi menjawab : "Ia adalah Fulan". Jibril berkata: "Sesungguhnya kami menimbang amal amal anak Adam seluruhnya kecuali tangisan karena Allah. Sesungguhnya Allah memadamkan lautan api Neraka Jahannam dengan setetes air mata".
Abu Umamah berkata : "Tidak ada tetesan air yang lebih dicintai Allah melebihi setetes air mata karena takut pada Allah Ta'ala atau setetes darah yang tertumpah dijalan Allah yang maha suci dan tinggi."
Ibnu Mas'ud berkata : "Rasulullah bersabda , tidak ada seorang mukminpun yang mengalir air matanya sekalipun sebesar kepala lalat karena takut kepada Allah Ta'ala kemudian membasahi bagian wajahnya, melainkan Allah mengharamkannya dari api neraka" . Aku berkata : "Karena itu lah, jika Ahmad bin Mukadar menangis ia usap jenggot dan wajahnya dengan air matanya seraya berkata: "Telah sampai padaku sesungguhnya neraka tidak akan memakan bagian yang disentuh air mata"
Mudah-mudahan kita bisa mentadabburi Qur'an seperti Rasulullah, para sahabat dan para sholihin hingga berurai air mata yang membasahi wajah kita, hingga kita terpelihara dari panasnya api neraka. Amin..... Semoga bermanfaat.
Kita hidup bukanlah mencari seseorang yang sempurna untuk kita cintai, namun kita belajar  untuk mencintai orang yang tidak sempurna dengan sempurna.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar